Makalah Kemiskinan

Desember 28, 2009 at 3:43 pm (Uncategorized)

Tugas Ekonomi Pembangunan
Penaggulangan Kemiskinan di Indonesia

NAMA : ELA NURMALASARI
KLS : 2 DD 04
NPM : 30208429

UNIVERSITAS GUNADARMA
2009

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karuniaNya yang telah di limpahkan sejak mencari ide, menyusun , hingga menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini tak akan terwujud tanpa pengarahan , bimbingan dan kerja sama semua pihak yang telah turut membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Saya menyadari makalah ini masih banyak kekurangan, karena masih ada kekurangan dalam memberikan pengarahan. Oleh sebab itu, untuk perbaikan dan menyempurnakan makalah ini, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat di harapkan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi yang berkepentingan, dan khususnya untuk para mahasiswa dapat menjadi referensi dalam pengembangan wacana bidang ekonomi.

i

Daftar isi

Cover
Kata pengantar i
Daftar Isi ii

Bab 1, Pendahuluan
1.1 latar belakang 1

Bab 11, Permasalahan Kemiskinan
2.1 Permasalahan Dasar Kemiskinan 2
2.2 Tingkat Kinerja 2

Bab III, Aspek Kemiskinan
3.1 Jenis – Jenis kemiskinan 3
3.2 Penyebab Kemiskinan 4

Bab IV, Penanggulangan Kemiskinan Di Indonesia
4.1 Pencegahan Kemiskinan 5
4.2 Program – Program Penaggulangan Kemiskinan 6

Bab V, Penutup
5.1 Kesimpilan 7
5.2 Saran 7
ii

Bab 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
SEJAK awal kemerdekaan, bangsa Indonesia telah mempunyai perhatian besar terhadap terciptanya masyarakat yang adil dan makmur sebagaimana termuat dalam alinea keempat Undang-Undang Dasar 1945. Program-program
pembangunan yang dilaksanakan selama ini juga selalu memberikan perhatian besar terhadap upaya pengentasan kemiskinan karena pada dasarnya pembangunan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. Meskipun demikian, masalah kemiskinan sampai saat ini terus-menerus menjadi masalah yang berkepanjangan,terutama di daerah Bekasi.
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan , pakaian , tempat berlindung dan air minum, hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup . Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Istilah “negara berkembang” biasanya digunakan untuk merujuk kepada negara-negara yang “miskin”.

1

Bab II
Permasalahan Kemiskinan

2.1 Permasalahan Dasar Kemiskinan
Permasalahan dasar kemiskinan di Indonesia dapat digambarkan dengan kondisi dimana masih tingginya jumlah penduduk miskin yaitu 39,05 juta jiwa atau sekitar 17,75 persen masih tingginya Rumah Tangga Miskin di Indonesia yaitu 19,2 juta KK masih tingginya angka pengangguran sebesar 10,24 persen dari total angkatan kerja yang berjumlah 103 juta jiwa (2006). Selain itu, dalam hal akses pelayanan kesehatan, pendidikan, perumahan & permukiman, infrastruktur, permodalan/kredit dan informasi bagi masyarakat miskin dirasakan masih sangat terbatas. Jika diamati dengan seksama di sebagian wilayah nusantara ini, masih terdapat luasnya kawasan kumuh dan kantong-kantong kemiskinan yang jumlahnya sekitar 56.000 hektar kawasan kumuh di perkotaan di 110 kota-kota, dan 42.000 desa dari sejumlah 66.000 desa dikategorikan desa miskin.

2.2 Tingkat Kinerja
Tingkat kinerja penanggulangan kemiskinan dan pengangguran di Indonesia kondisinya masih belum optimal. Koordinasi yang dalam hal pendataan, pendanaan dan kelembagaan masih lemah. Kelemahan ini juga dirasakan pada koordinasi antar program-program penanggulangan kemiskinan di antara instansi pemerintah pusat dan daerah, begitu juga dengan integrasi program pada tahap perencanaan, sinkronisasi program pada tahap pelaksanaan, serta sinergi antar pelaku (pemerintah, dunia usaha, masyarakat madani) dalam penyelenggaraan keseluruhan upaya penanggulangan kemiskinan. Selain kelembagaan di pemerintah, kita masih dihadapkan pada fakta pada belum optimalnya dunia usaha, LSM, dan masyarakat madani dalam bermitra dan bekerjasama dalam penanggulangan kemiskinan serta penciptaan lapangan kerja.
2

Bab III
Aspek Kemiskinan

3.1 Jenis – Jenis kemiskinan
Kemiskinan dapat dibedakan menjadi tiga pengertian : kemiskinan absolute, kemiskinan relatif dan kemiskinan kultural. Seseorang termasuk golongan miskin absolute apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan, tidak cukupuntuk memenuhi kebutuhan hidup minimum : pangan, sandang, kesehatan, papan, dan pendidikan. Seseorang yang tergolongmiskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya. Sedang miskin kultural berkaitan erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari pihak lain yang membantunya.
Ada dua kondisi yang menyebabkan kemiskina terjadi, yakni kemiskinan alamiah dan karena bantuan. Kemiskinan alamiah terjadi terjadi antara lain akibat sumber daya alam yang terbatas, pengguna tekhnologi yang rendah dan bencana alam. Kemiskinan buatan terjadi karena lembaga-lembaga yang ada di masyarakat membuat sebagian anggota masyarakat tidak mampu menguasai sarana ekonomi dan berbagai fasilitas lain yang tersedia, hingga mereka tetap miskin. Maka itulah sebabnya para pakar ekonomi sering mengkritik kebijakan pembangunan yang melalui terfokus pada pertumbuhan ketimbang pemerataan.
Meskipun kemiskinan yang paling parah terdapat di dunia berkembang, ada bukti tentang kehadiran kemiskinan di setiap region. Di negara-negara maju, kondisi ini menghadirkan kaum tuna wisma yang berkelana kesana kemari dan daerah pinggiran kota dan ghetto yang miskin. Kemiskinan dapat dilihat sebagai kondisi kolektif masyarakat miskin, atau kelompok orang-orang miskin, dan dalam pengertian ini keseluruhan negara kadang-kadang dianggap miskin. Untuk menghindari stigma ini, negara-negara ini biasanya disebut sebagai negara berkembang
3
3.2 Penyebab Kemiskinan
Kemiskinan dapat di hubungkan dengan :
 Penyebab individual,atau patologis,yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku,pilihan,atau kemampuan dari si miskin
 Penyebab keluarga yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga
 Penyebab sub budaya yang menghubungkan kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain,termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi
 Penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

Meskipun diterima luas bahwa kemiskinan dan pengangguran adalah sebagai dari kemalasan, namun di Amerika serikat ( negara terkaya perkapita di dunia ) misalnya memiliki jutaan masyarakat yang di istilahkan sebagai pekerja miskin : yaitu, orang yang tidak sejahtera atau rencana bantuan publik, namun masih gagal melewati atas garis kemiskinan.
Di indonesia pengangguran kini telah menjadi masalah terbesar di negeri ini, bahkan lebih besar dari konflik politik yang terjadi di Indonesia belakangan terakhir ini. Anehnya, di tengah meledaknya angka pengangguran, kehidupan kaum jet set sepertinya juga tidak berkurang. Hingga kini telah terjadi akumulasi dari jumlah penduduk yang tidak mendapat pekerjaan. Sebelum krisis, tingkat pengangguran hanya 4,7% sementara setelah krisis meningkat lagi menjadi 8,1% pada tahun 2001 lebih tinggi di bandungkan tahun sebelumnya ( 2000 ) yang mencapai 6,1%. Dan saat ini tahun 2005 data terakhir menunjukan pengangguran di indonesia telah mencapai 36,3 juta orang, 8 juta diantaranya merupakan pengangguran terbuka dan selebihnya setengan menganggur. Jumlah itu di tambah lagi dengan 2-3 juta penganggur baru yang memasuki dunia kerja setiap tahun, dan ratusan ribu tenaga kerja indonesia ( TKI ) yang terpaksa kembali ke indonesia

4
Bab IV
Penanggulangan Kemiskinan Di Indonesia

4.1 Pencegahan Kemiskinan
Berkaitan dengan penerapan otonomi daerah sejak tahun 2001, data dan informasi kemiskinan yang adas sekarang perlu dicermati lebih lanjut, terutama terhadapmanfaatnya untuk perencanaan lokal.
Strategi untuk mengatasi krisis kemiskinan tidak dapat lagi dilihat dari satu dimensi saja (pendekatan ekonomi), tetapi
memerlukan diagnosa yang lengkap dan menyeluruh (sistemik) terhadap semua aspek yang menyebabkan kemiskinan
secara lokal.Data dan informasi kemiskinan yang akurat dan tepat sasaran sangat diperlukan untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan serta pencapaian tujuan atau sasaran dari kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan, baik di
tingkat nasional, tingkat kabupaten/kota, maupun di tingkat komunitas.
Masalah utama yang muncul sehubungan dengan data mikro sekarang ini adalah, selain data tersebut belum tentu relevan untuk kondisi daerah atau komunitas, data tersebut juga hanya dapat digunakan sebagai indikator dampak dan
belum mencakup indikator-indikator yang dapat menjelaskan akar penyebab kemiskinan di suatu daerah atau komunitas.Dalam proses pengambilan keputusan diperlukan adanya indikator-indikator yang realistis yang dapat diterjemahkan ke
dalam berbagai kebijakan dan program yang perlu dilaksanakan untuk penanggulangan kemiskinan. Indikator tersebut harus sensitif terhadap fenomena-fenomena kemiskinan atau kesejahteraan individu, keluarga, unit-unit sosial yang lebih besar, dan wilayah.

5
4.2 Program – Program Penaggulangan Kemiskinan
PADA umumnya, partai-partai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2004 juga mencantumkan program pengentasan kemiskinan sebagai program utama dalam platform mereka. Ada juga pengaman sosial (JPS), data makro hasil Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) oleh BPS dan data mikro hasil.
pendaftaran keluarga prasejahtera dan sejahtera I oleh BKKBN. Program Kesejahteraan Sosial Kelompok Usaha Bersama Keluarga Muda Mandiri (Prokesos KUBE KMM), Tabungan Kesejahteraan Rakyat (Takesra), Kredit Usaha Kesejahteraan Rakyat (Kukesra), Kredit Usaha Kecil Menengah, Jaring Pengaman Sosial (Social Safety Net Program) dan lain-lain.
Mengenai penanganan permasalahan kemiskinan ini beberapa usaha yang dilakukan oleh pihak pemerintah ataupun swasta menunjukan bahwa adanya kepedulian untuk meningkatkan perekonomian masayarakat secara keseluruhan seperti yang tertuang dalam UUD Tahun 1945.

6

Bab V
Penutup

5. 1 Kesimpulan
Kemiskinan di indonesia, sampai saat sekarang masih banyak dan masih belum bisa ditangani secara keseluruhan, makin bertambah dan banyak. Tapi semoga dengan adanya penangulangan kemiskinan yang pemerintah adakan kemiskinan akan lebih bisa berkurang dan warga masyarakat akan lebih sejahtera dan makmur. Berdasar uraian di atas dapat dikemukakan, bahwa dalam mengatasi masalah kemiskinan diperlukan kajian yang menyeluruh (comprehensif), sehingga dapat dijadikan acuan dalam merancang program pembangunan kesejahteraan sosial yang lebih menekankan pada konsep pertolongan. Pada konsep pemberdayaan, pemberdayaan dapat diartikan sebagai upaya untuk menolong yang lemah atau tidak berdaya (powerless) agar mampu (berdaya) baik secara fisik, mental dan pikiran untuk mencapai kesejahteraan sosial hidupnya. Dalam konteks ini, mereka dipandang sebagai aktor yang mempunyai peran penting untuk mengatasi masalahnya

5. 2 Saran
Sebaiknya pemerintah lebih memperhatikan lagi warganya, yang masih miskin dan masih banyak yang kelaparan, pemerintah seharusnya mengadakan program – program yang lebih jelas dan bermutu.sehingga rakyat percaya bahwa masyarakat dapat mengatasi kemiskinan yang berkelanjutan ini.

7
Daftar Pustaka

http://www.google.com
Arsyad Lincolin, 1999. Ekonomi Pembangunan, Edisi Ke Empat, Yogyakarta.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: